March 25, 2015

Tutorial : Mustache Doormat


Keset kaki sangat identik dengan tulisan WELCOME di bagian permukaanya. Bahkan ada lelucon sperti ini, tanya : "Apa bahasa inggris dari keset kaki?" jawab ; "welcome" (-.-)
Kenapa tidak jika kita bisa berkreasi untuk membuat keset kaki yang bentuknya lucu dan lain dari pada yang lain. Menurut beberapa informan, bahan keset terdapat di toko-toko perkakas atau istilah kerennya toko hardware. Bagi sebagian perempuan belanja adalah kegiatan yang menyenangkan dan ternyata lebih menyenangkan lagi jika berbelanja di toko yang menjual bebagai macam alat dan bahan untuk ber-DIY. Salah satunya di toko retail yang bernama Jemson, berlokasi di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo no 147-149 Makassar. Barang-barang yang disediakan cukup lengkap. Banyak terdapat perkakas mulai dari yang paling kecil seperti baut dan paku sampai alat pertukangan seperti gergaji mesin dan sebagainya. Setelah berkeliling beberapa lama tibalah saya di spot yang memajang bahan-bahan yang dijual meteran. Langsung saja saya bertanya kepada salah satu penjganya.


Keset PVC dijual dengan harga Rp 180rb/meter. biasanya disebut dengan keset mie karena mungkin bentuknya yang seperti mie. Sampai di rumah tanpa ba bi bu, ambil gunting dan pensil. Buat beberapa sketsa berukuran sekitar 40 cm X 60 cm. 1 meter karpet karet PVC bisa dibuat 4-5 buah keset kaki, tergantung dari bentuk dan ukurannya.
Tips : gunakan pisau cutter untuk membantu proses pemotongan



March 12, 2015

Tutorial : Cord Protector

Sebenarnya  manik-manik atau beads ini adalah salah satu mainan edukasi anak-anak. Terbuat dari bahan plastik. Beberapa tahun lalu saat mainan ini booming saya sempat memborong lumayan banyak. Kebetulan beberapa hari yang lalu ketika saya membongkar-bongkar isi lemari, saya menemukan beads ini. Dari pada dibuang, saya memanfaatkannya untuk melindungi kabel charger handphone saya. Beberapa merk handphone memiliki kabel charger berwarna putih jadi dalam beberapa lama akan terlihat kotor alias dekil dibandingkan dengan yang berwarna hitam. Tipe charger saya juga apabila sering terlipat maka akan robek di bagian lipatan tersebut. 


Caranya sangat mudah akan tetapi membutuhkan kesabaran karena untuk satu kabel yang panjangnya kurang lebih 1 meter membutuhkan sekitar 190-an beads. Siapkan kabel charger handphone kamu, beads, cutter dan tutup pulpen yang runcing pada bagian ujungnya.


Iris salah satu sisi beads dengan menggunakan cutter. Setelah itu pasang beads di kabel satu persatu dengan menggunakan tutup pulpen. Tutup pulpen tersebut sangat membantu supaya tangan tidak sakit ketika memasang beads ke kabel chager.


Masukkan beads yang telah diiris ke tutup pulpen tersebut hingga beads agak sedikit terbuka. Dekatkan bagian beads yang terbuka ke kabel charger. Tekan bagian belakang beads sambil perlahan-lahan tarik tutup pulpen keluar dari beads.


N.B : untuk di daerah Makassar beads ini bisa dibeli melalui akun instagram @libelleon_

March 10, 2015

Hi Merlion!

Perjalanan ini telah direncanakan selama 2 minggu bersama dua teman saya yang bekerja di Jakarta dan seorang lagi yang berkuliah di Jogja tapi sedang liburan di Jakarta, mulai dari pencarian anggota sampai diskusi soal jadwal. Sebenarnya saya berdomisili di kota Makassar, hanya saja kebetulan dapat tugas di Jakarta selama beberapa bulan bulan. Kesempatan ini saya pergunakan baik-baik untuk liburan. (Loh! Kok liburan?) Yup!! Harga tiket keluar negeri tergolong lebih murah apabila berangkat dari Jakarta. Lumayan hematlah jika dibandingkan berangkat dari Makassar. Kalo dihitung-hitung bisa mencapai 2.5 jutaan rupiah hanya untuk tiket pesawat saja.

Day 1
Setelah semua persiapan matang dan hari H pun tiba, kami langsung tancap gas ke bandara. Pesawat lepas landas pada pukul 09:00 WIB. Perjalanan dari Jakarta–Singapura sekitar 1 jam 40 menit. Pada pukul 11:40 waktu setempat, sampailah kita di bandara Changi. Di bandara dilakukan pemeriksaan yang sangat ketat. Suasananya agak tegang sih. Tapi kalo tidak membawa benda tajam atau yang berbahaya lainnya tetap santai aja.
Menuju pusat kota sangat mudah. Kita bisa menggunakan taxi atau MRT. Lebih asyik pakai MRT dan juga lebih murah. Bandara langsung terhubung dengan stasiun MRT. Harga tiket per orang bermacam-macam tergantung jaraknya. Supaya tidak ribet bisa pakai yang paket khusus untuk turis. Namanya STP atau Singpore Tourist Pass berlaku untuk 1-3 hari untuk bisa naik MRT dan SBS transit sepuasnya. Harganya SGD 20 + SGD 10 (deposit, di ambil pada saat mengembalikan kartu) Waktu itu kurs mata uang Rp 9.700 untuk 1 Dollar Singapura. Naik di platform tujuan Tanah Merah untuk transit kemudian lanjut naik di platform yang bertujuan ke Joo Koon. Nah tinggal pilih mau berhenti dimana selanjutnya.

Tips : Untuk lebih mudahnya minta peta rute MRT di petugas loket. Petanya sangat membantu. Jadi tidak bingung lagi kalo mau kemana-mana. Masing-masing koridor ada warna ciri khas masing-masing. Pakai GPS di handphone juga sangat membantu.


Peta jalur MRT

Sebelumnya kami sudah mem-booking hostel yang letaknya di  little India, namanya Kawan Hostel. Sampai di sana sekitar jam 1 siang. Perut keroncongan tetapi harus lanjut jalan kaki sedikit menuju hostel. Pemilik hostel sangat ramah dan lumayan fasih berbahasa indonesia. Kami ditawarkan tiket universal studio dan Garden By The Bay dengan diskon 10%. Sayangnya kami sudah beli tiket universal studio selagi masih di Jakarta. Kami hanya beli tiket Garden by the bay SGD$ 28 plus diskon 10%. Setelah urusan check-in selesai, kami menyimpan barang dan menuju masjid tuk menunaikan sholat duhur. Alhamdullilah masjid letaknya pas di seberang hostel tempat kami menginap. Habis sholat langsung tancap gas menuju tempat makan terdekat. Dan ternyata cukup sulit mencari tempat makan yang halal. Jalan kaki sambil cari tempat makan sambil liat-liat kiri-kanan. Tanpa sadar kami sudah sampai di bugis Street dan akhirnya menemukan foodcourt. Itupun hanya 3 stan yang menjual makan halal. Tak masalah kalau dalam keadaan lapar apapun itu sikaaat!. Harga makanan rata-rata SGD 3 - SGD 8. Setelah perut terisi, kami langsung menuju Garden by the Bay yang Letaknya di Marina bay. Sangat hijau banyak tumbuh-tumbuhan dan terlihat seperti taman fantasi.  Saya sangat terpesona dengan Supertree Grove. Pertama kami memasuki Cloud Forest, semacam rumah kaca yang besar. Didalamnya bahkan ada air terjun. Banyak jenis-jenis tumbuhan yang dilengkapi dengan nama latin speciesnya. Di dalam guanya ada ruang pertunjukkan mini dan ruang pengetahuan sains yang presentasinya serba digital. Disini kita diajarkan bagaimana hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar. Sejenak saya berpikir sangat patut kita sebagai warga Indonesia deberikan kekayaan dan keindahan alam yang begitu melimpah sementara negara lain sangat total untuk mewujudkan taman buatan.

Supertree Grove saat malam hari

Setelah puas memanjakan mata lanjut memasuki Flower Dome. Banyak tanaman dari berbagai Negara dan tanaman2 purba. Tidak terasa hari sudah gelap. Untungya kami sempat melihat pertunjukkan cahaya yang menari2 di Supertree Grove diiringi music  latar yang spektakuler. Garden by the bay sangat bagus untuk wisata edukasi. Saya rasa anak-anak sangat cocok di bawa kesini untuk menamba pengetahuan alamnya.
Di perjalanan pulang kami sempatkan singgah di patung Merlion yang tersohor itu untuk menikmati suasana malam. Dari sini kita bisa menikmati pertunjukkan cahaya Marina by Sand yang letaknya tepat di seberang. Setelah puas kami berjalan kaki menuju Boat Quay untuk malam. Karena sudah lelah dan belum ketemu restoran halal maka terpaksa menu makan malam  kali ini fastfood. Sepertinya informasi tempat makan harus lebih aware sebelum berangkat.


Day 2 
Pagi hari setelah sarapan di hostel, pukul 08:00 waktu setempat, kami berjalan kaki menuju stasiun MRT terdekat (stasiun Little India) untuk melanjutkan ke destinasi berikutnya. Karena watunya hanya 3 hari maka kami tidak mau menyia-nyiakan waktu. Sesuai jadwal kami menuju ke Sentosa Island. Naik di flatform tujuan Harbor Front. Kami sampai di pemberhentian akhir yang stasiunnya berada di dalam vivocity mal. langsung saja ke  lantai 3, di situ ada stasiun monorail menuju sentosa island. Tiketnya seharga SGD 4 untuk PP sekali pakai. Terdapat beberapa pemberhentian. Kami turun di pemberhentian universal studio. Ternyata oh ternyata kami datang kepagian. Wahana akan dibuka pada pukul 10:00. Tapi lumayan jg sih jadi kami bisa santai sejenak sambil foto-foto di bola dunia Universal Studio.

Universal Studio

Pas buka ternyata antriannya lumayan panjang juga. Tiketnya berlaku untuk semua wahana sampai puas, bisa berkali-kali yang penting kuat antri. Ada beberapa wahana yang dalam proses maintenance. Termasuk wahana roller coaster. Mungkin lagi apes aja.  Menurut saya wahana yang paling asyik itu yang Transformers the Ride. Kami bahkan rela antri sampai dua kali. Sebaiknya coba semua wahana dulu sebelum mengulangi wahana yang lain karena seharian  saya rasa waktunya tidak cukup. Tidak perlu khawatir kalau perut sudah minta di isi karena terdapat banyak outlet makanan. Letaknya bisa dilihat di peta dan sudah dilengkapi logo halal untuk membantu pengunjung memilih outlet.
Malamnya kami makan malam di city square mall letaknya di little India. Setelah itu kami ke Mustafa centre Untuk mencari oleh-oleh. Disin banya dijual oleh-oleh berupa coklat dan alat-alat elektronik.

Transformers the Ride

Day 3 
Sesuai jadwal yang telah disusun, hari ketiga kami mengunjungi Botanical garden. Kali ini kami coba untuk naik bus kota  SBS Transit. Letak haltenya cukup banyak dan strategis disbanding stasiun MRT. Setiap halte telah dilengkapi penjelasan rute dan kode bus. Botanical Garden berupa taman yang luas dilengkapi berbagai jenis tanaman. Ada tanama purba juga tapi cuma replika. Disini banyak warga setempat yang jogging atau sekedar jalan-jalan. Bahkan ada sekelompok orang yang lagi yoga. Kami menghabiskan wakti sekitar setengah hari untuk menjelajahi taman ini. Setelah puas kami mengunjungi Chinatown ddan berfoto-foto di Maxwell St dan sekitar pukul 2 siang kami pergi ke orchard Road. Banyak mall berjejeran yang isinya barang-barang bermerk. Karena gak mampu beli barang bermerk disini kami sekedar jalan-jalan saja sambil menikmati suasana. Pedestriannya cukup luas dan rindang. Sangat nyaman bagi para pejalan kaki dan terdapat banyak bangku taman untuk para pejalan kaki jika ingin beristirahat. Di beberapa spot ada penjual es potong khas Singapura. Harganya SGD 1 untuk satu es potong berbentuk persegi. Rasanya juga bermacam-macam dan antriannya lumayan panjang. Kami juga memasuki beberapa mall untuk mencari oleh-oleh atau sekedar cuci mata.  Setelah puas menikmati suasana Orchard Road, kami mengunjungi clarke Quay dengan menaiki bus kota. Clark Quay merupakan wisata tepi sungai yang banyak terdapat berbagai kios kuliner. Menjelang malam kami bersiap meninggalkan Clarke Quay dan menuju kawasan Bugis Street. Disini banyak terdapat kios-kios yang menjual oleh-oleh. Pada malam hari suasananya sangat ramai. Banyak pelancong seperti kami juga yang sedang mencari oleh-oleh. Tak lupa pula kami memeperpanjang kartu STP di loket stasiun agar bisa di gunakan esok hari.

Botanical Garden

Chinatown

Maxwell Street

Orchard Road

Clarke Quay

Day  4 
Di hari terakhir kami sepakat untuk packing barang masing-masing dipagi hari kemudian dilanjutkan sarapan. kami harus ke bandara sekitar pukul 18:00 karena pesawat yang kami tumpangi untuk kembali ke Jakarta akan berangkat pada pukul 21:25 waktu setempat. untung saja pemilik hostel berbaik hati kepada kami untuk manampung barang bawaan kami di hostel setelah check-out dari hostel. Jadi kami masih bisa menikmati waktu yang tersisa dengan leluasa. Setelah semua anggota rombongan siap, sekitar pukul 8:30 kami berjalan kaki menuju Bugis st untuk membeli oleh-oleh. letaknya cukup dekat dengan hostel tempat kami menginap. Setelah itu kami lanjut ke kampong Arab dengan menyusuri Victoria Street. Ternyata disini cukup banyak tempat makan yang halal dan juga hostel. Suasananya pun lebih tenang dan rindang dibandingkan dengan Litlle India. Mungkin kalau ada kesempatan mengunjungi Singapura saya akan menginap di daerah sekitar sini. Kami menyempatkan untuk menunaikan sholat dzuhur di mesjud Sultan, mesjid yang terkenal dengan kubah emasnya. Letaknya masih di kampung arab.Setelah itu kami pergi ke orchard road kemudian ke mustafa Centre untuk membeli oleh-oleh yang belum sempat terbeli di hari yang lalu. dari Mustafa Centre kami kembali ke hostel untuk mengambil barang-barang kami sekalian berpamitan dengan pemilik hostel. kami masih punya waktu sekitar 2 jam. Maka lanjutlah kami ke Marina Bay Sands untuk menikmati suasana sore hari. Disana kami memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk befoto-foto ria. Sekitar pukul 18:00 kami langsung tancap gas menuju bandara Changi dengan menaiki MRT di stasiun Bayfront. Sesampainya di Changi airport kami ke loket MRT dulu sebelum melakukan check-in untuk mengambil deposit STP sebesar SGD 10. Setelah itu kami menuju ruang tunggu untuk segera meninggalkan singapura dan menuju ke Tanah Air.

Victoria Street

Pelataran Marina Bay Sands

Pemandangan dari pelataran Marina Bay Sands

Rincian bebrapa biaya perjalanan
Tiket pesawat Jakarta-singapore          Rp 124.000,-
Pajakn bandara Soekarno-Hatta           Rp 150.000,-
Tiket pesawat Jakarta-singapore          RP 621.800,- (termasuk pajak bandara Changi)
Hostel 3 hari 4 malam                            Rp 690.000,-
Tiket universal studio                            RP 740.000,- dapat tiket promo 679.000
Tiket garden by the bay                        SGD 28
STP MRT dan SBS Transit 3 hari         SGD 20 + SGD 10 deposit
Perpanjangan STP                                 SGD 10

NB : Kurs 1 SGD = Rp 9.700,-

January 27, 2014

Another Blog, Another Passion.

Actually, looks like it need to make an online design portfolio. So that can be easier to promote ourselves. hehehe. so please visit my architectural blog guys! If you have a time ;P


some of my portfolio on my blog



November 8, 2013

New Series Travel Journal & Mini Notebook

Yuhuuu! here's the newest in some series of travel journal and mini notebook.  Find more here! Enjoy it!


 World Map (Travelin' Endlesly series)

  Bon Voyage (Travelin' Endlesly series)

Japan (Travelin' Endlesly series)

  Paris (Travelin' Endlesly series)

 
  Martha Stories (Childhood series)

  Coffee Time (Hang out! series)